Komponen yang menyusun lingkungan dapat dibedakan menjadi komponen abiotik (benda
tak hidup) dan biotik (makhluk hidup).
B. KOMPONEN EKOSISTEM
Ekosistem terdiri atas dua komponen utama, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik.
1. Komponen Biotik
Komponen biotik meliputi komunitas makhluk hidup. Setiap makhluk hidup dalam
ekosistem menempati suatu tempat hidup yang spesifik. Tempat hidup yang spesifik
tersebut dikenal dengan istilah habitat (Latin, habitare = bertempat tinggal). Setiap
makhluk hidup yang memiliki peran khusus di dalam habitatnya. Peran atau cara hidup
yang khusus dari setiap makhluk hidup di dalam habitatnya disebut relung ekologi
(nisia).
Sekelompok makhluk hidup dari spesies yang sam pada waktu yang sama disebut
populasi. Misalnya, rerumputan di halaman rumah (populasi rumput) atau sekawanan
sapi di lapangan (populasi sapi). Populasi dapat berubah setiap saat. Perubahan populasi
dipengaruhi oleh factor kelahiran, kematian, dan migrasi. Beberapa populasi yang
berbeda dari tumbuhan dan hewan yang hidup bersama di lingkungan tertentu akan
membentuk komunitas. Di dalam ekosistem terdapat beberapa macam, komunitas,
misalnya, komunitas kolam, komunitas hutan, dan komunitas pantai.
2. Komponen Abiotik
Komponen abiotik meliputi benda-banda tak hidup. Komponen abiotik terdiri dari
komponen yang bukan makhuk hidup, contohnya:
a. Suhu
Suhu atau temperature adalah derajat energi panas. Sumber utama energi panas
adalah radiasi matahari. Suhu merupakan komponen abiotik di udara, tanah, dan air.
Suhu sangat diperlukan oleh setiap makhluk hidup, berkaitan dengan reaksi kimia
yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup. Reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup
memerlukan enzim. Kerja suatu enzim dipengaruhi oleh suhu tertentu.
b. Cahaya
Cahaya merupakan salah satu energi yang bersumber dari radiasi matahari. Cahaya
matahari terdiri dari beberapa macam panjang gelombang. Jenis panjang gelombang,
intensitas cahaya, dan lama penyinaran cahaya matahari berperan dalam kehidupan
organisme. Misalnya, tumbuhan memerlukan cahaya matahari dengan panjang
gelombang tertentu untuk proses fotosintesis.
c. Air
Air terdiri dari molekul-molekul H2O. air dapat berbentuk padat, cair, dan gas. Di
alam, air dapat berbentuk padat, misalnya es dan kristel es (salju), serta berbentuk
gas berupa uap air. Dalam kehidupan, air sangat siperlukan oleh makhluk hidup
karena sebagian besar tubuhnya mengandung air.
d. Kelembapan
Kelembapan merupakan salah satu komponen abiotik di udara dan tanah.
Kelembapan di udara berarti kandungan uap air di udara, sedangkan kelembapan di
tanah berarti kandungan air dalam tanah. Kelembapan diperlukan oleh makhluk
hidup agar tubuhnya tidak cepat kering karena penguapan. Kelembapan yang
diperlukan setiap makhluk hidup berbeda- beda. Sebagai contoh, jamur dan cacing
memerlukan habitat yang sangat lembab.
e. Udara
Udara terdiri dari berbagai macam gas, yaitu nitrogen (78,09%), oksigen (20,93%),
karbon dioksida (0,03%), dan gas-gas lain. Nitrogen diperlukan makhluk hidup
untuk membentuk protein. Oksigen digunakan makhluk hidup untuk bernapas.
Karbon dioksida diperlukan tumbuhan untuk fotosintesis.
f. Garam-garam Mineral
Garam-garam mineral antara lain ion-ion nitrogen, fosfat, sulfur, kalsium, dan
natrium. Komposisi garam mineral tertentu menentukan sifat tanah dan air.
Contohnya kandungan ion-ion hydrogen menentukan tingkat keasaman, sedangkan
kandungan ion natrium dan klorida di air menentukan tingkat salinitas (kadar garam).
Tumbuhan mengambil garam-garam mineral (unsure hara) dari tanah dan air untuk
proses fotosintesis.
g. Tanah
Tanah merupakan hasil pelapukan batuan yang disebabkan oleh iklim atau lumut,
dan pembusukan bahan organik. Tanah memiliki sifat, tekstur, dan kandungan garam
mineral tertentu. Tanah yang subur sangat diperlukan oleh organisme untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Tumbuhan akan tumbuh dengan baik pada tanah
yang subur.
C. INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA
Antara makhluk hidup yang satu dengan yang lain terjadi hubungan, baik antara sesame
spesies maupun antarspesies, baik antara komponen biotik maupun antara komponen
abiotik. Hubungan timbal balik dikenal pula dengan istilah interaksi, atau interaksi.
Dalam bagian ini, akan dibahas mengenai interaksi antar-individu, antar-populasi, antara
komunitas dan faktor biotik, dan interaksi antar ekosistem.
1) Interaksi Antar-Individu
Membentuk Populasi
Sekumpulan makhluk hidup dari spesies yang sama yang hidup pada suatu waktu dan
kawasan tertentu serta saling berinteraksi mambentuk populasi. Oleh karena barasal dari
spesies yang sama, maka individu di dalam populasi mempunyai potensi melakukan
kawin silang yang akan menghasilkan keturunan yang fertile (mampu bereproduksi).
Contoh populasi adalah populasi itik, populasi padi, dan populasi sapi.
Suatu populasi dapat dikenali dengan adanya ciri-ciri:
a. memiliki kesamaan morfologi
b. memiliki kesamaan fungsi fisiologi
c. dapat melakukan perkawinan silang
d. dapat menghasilkan keturunan yang fertile
Dengan demikian, populasi memiliki sifat dapat tumbuh dan berkembang, dari populasi
berukuran kecil menjadi populasi yang berukuran besar. Sebaliknya, karena alasanalasan tertentu (misalnya,diburu, terkena penyakit, bencana alam), ukuran populasi bisa
menjadi lebih kecil dari semula.
Semakin besar populsi, semakin banyak kebutuhan makanannya. Demikian pula dengan
kebutuhan oksigen, air, dan ruangan. Antarindividu tersebut akan terjadi persaingan atau
kompetisi untuk memenuhi kebutuhan oksigen, air, makanan, ruangan, dan cahaya
matahari. Oleh karena itu, ledakan populasi akan akan menimbulkan persaingan dan
persaingan menimbulkan masalah lingkungan.
Populasi dapat bertambah atau berkurang, tergantung dari kondisi lingkungannya. Pada
musim hujan, populasi rumput meningkat. Sebaliknya, pada musim kemarau,
populasinya menurun. Banyaknya individu dalam populasi dapat dihitung sehingga
dapat diketahui ukuran populasi per satuan luas. Banyaknya individu per satuan luas
disebut kepadatan populasi atau kerapatan populasi. Misalnya, kepadatan populasi
pohon kelapa 3 pohon / 10.000 m2.
2) Interaksi Antar-Populasi
Membentuk Komunitas
Interaksi antara populasi yang satu dengan yang lain dalam suatu areal tertentu
membentuk komunitas. Contoh komunitas adalah komunitas hutan hujan tropik yang di
dalamnya terdapat berbagai populasi tumbuhan, reptilian, burung, mamalia,
mikroorganisme, cacing moluska. Interaksi antarmakhluk hidup biasanya akan
membentuk hubungan khusus yang berpengaruh secara nyata terhadap persebaran dan
kepadatannya.
Ada beberapa macam interaksi antarsesama makhluk hidup. Interaksi tersebut dapat
terjadi, baik antarindividu dalam populasi ataupun antarindividu berbeda populasi atau barbeda
jenis (spesies). Bentuk interaksi tersebut dapat berupa saling merugikan, saling menguntungkan,
atau hanya salah satu saja yang diuntungkan. Berkut ini adalah beberapa bentuk interaksi
antarspesies dalam suatu komunitas:
a. Kompetisi
Kompetisi adalah bentuk interaksi dua makhluk hidup yang mengakibatkan kedua makhluk
hidup tersebut mengalami kerugian. Kebutuhan hidup yang sering diperebutkan tersebut, antara
lain makanan, tempat berlindung, tempat bersarang, sumber air, dan pasangan untuk kawin.
Bentuk kompetisi yang terjadi dapat berupa kompetisi intraspesifik, yaitu kompetisi di antara
anggota spesies yang sama dan kompetisi interspesifik, yaitu kompetisi di antara anggota yang
berbeda spesies, persaingan antarindividu dalam spesies penting arinya untuk mengatur populasi
spesies tersebut.
b. Predasi
Di dalam sebuah interaksi antarmakhluk hidup terdapat hubungan satu spesies memakan
yang lain. Dalam hal ini, konsumernya disebut predator, sedangkan spesies yang dimakan
dikenal sebagai mangsa. Predator (Latin, praeda = mangsa) adalah makhluk hidup yang
memperoleh sumber-sumber yang diperlukan dengan memakan makhluk hidup lain. Jika yang
dimangsa adalah produsen, maka bentuk interaksi itu disebut herbivori, sedangkan hewan yang
memakan produsen disebut herbivor.
c. Simbiosis
Hubungan yang dekat antara dua spesies makhluk hidup berbeda disebut simbiosis yang
berarti hidup bersama. Interaksi simbiotik meliputi bentuk parasitisme, komensalisme, dan
mutualisme.
1) Parasitisme
Parasitisme merupakan bentuk interaksi yang dapat menyebabkan satu pihak mendapat
keuntungan, sedangkan pihak yang lain menderita kerugian. Suatu parasit dapat memperoleh
makanan atau sumber-sumber yang diperlukan dari tubuh makhluk hidup lain, disebut inang
atau hospes.
Selain menggunakan inang sebagai sumber nutrisi beberapa parasit juga menggunakan inang
mereka untuk perlindungan bagi predator yang akan memangsanya. Contohnya, kehidupan ikan
mutiara pada timun laut.
2) Komensalisme
Komensalisme merupakan bentuk interaksi yang menyebabkan satu pihak mendapatkan
keuntungan, sedangkan yang lain tidak terpengarug (tidak diuntungkan maupun dirugikan).
Contoh interaksi komensalisme adalah kehidupan ikan remora dengan hiu.
3) Mutualisme
Mutualisme (Latin, mutuus = penukaran) merupakan bentuk interaksi yang menyebabkan
kedua spesies sama-sama mendapat keuntungan. Interaksi mutualisme kadang-kadang disebut
juga simbiosis obligat. Contohnya adalah pada proses penyerbukan bunga (polinasi). Pada
beberapa proses penyerbukannya dapat berlangsung oleh bantuan beberapa serangga khusus,
burung, atau kelelawar.
D. ALIRAN ENERGI
Setiap makhluk hidup memerlukan energi untuk kelangsungan hidupnya. Misalnya, untuk
tumbuh, bereproduksi, dan bergerak. Dalam pemenuhan kebutuhan energi tersebut terjadi
hubungan saling ketergantungan energi di antara makhluk hidup yang berbeda. Dalam hal
ini, ada makhluk hidup yang berperan sebagai produsen, konsumer, atau dekomposer.
1) Produsen
Produsen merupakan makhluk hidup yang mampu menangkap energi cahaya matahari untuk
kegiatan fotosintesis sehingga dapat menghasilkan materi organic yang berasal dari materi
anorganik. Contoh produsen adalah tumbuhan hijau dan makhluk hidup fotosintesis lainnya.
Melalui produsen tersebut energi yang berasal dari matahari mengalir ke makhluk hidup lainnya.
2) Konsumen
Konsumen merupakan makhluk hidup yang memperoleh energi dalam bentuk materi organic.
Misalnya, dengan cara memakan makhluk hidup lainnya. Seluruh hewan tergolong
kproonsumen.
Berdasarkan tingkatnya, konsumen dapat dibedakan atas konsumen primer, konsumen
sekunder, dan konsumen tersier.
Konsumen primer atau herbivore adalah konsumen yang secara langsung memakan
tumbuhan. Konsumen sekunder atau karnivor adalah konsumen yang memakan konsumen
primer. Konsumen tersier atau karnivor puncak adalah konsumen yang memakan konsumen
sekunder.
Beberapa hewan ada yang berperan sebagai karnivor pada suatu waktu dan herbivore pada
saat yang lain. Hewan demikian disebut omnivor. Mereka dapat ditempatkan ke dalam tingkat
trofik berbeda bergantung pada materi yang dimakan pada saat itu. Produsen dan berbagai
karnivor di dalam ekosistem dalam pemenuhan kebutuhan makanan dikenal dengan istilah
tingkat trofik.
3) Dekomposer
Dekomposer (pengurai) merupakan makhluk hidup yang memperoleh makanannya dengan
cara menguraikan senyawa-senyawa organik yang berasal dari makhluk hidup yang telah mati
(bangkai). Dalam hal ini, decomposer berperan mengembalikan materi ke lingkungan abiotik
dan digunakan kembali oleh tumbuhan hijau. Contoh decomposer adalah jamur dan bakteri.
4) Detritivor
Detritivor adalah organisme yang memakan partikel-partikel organik atau detritus. Detritus
merupakan serpihan hancuran jaringan hewan atau tumbuhan. Organisme detrivor antara lain
cacing tanah, siput, keluwing, bintang laut, dan kutu kayu.
Komentar
Posting Komentar